BENTENG PERJUANGAN, ada banyak benteng peninggalan Belanda tersebar hampir di seluruh wilayah negara Republik Indonesia sebagai akibat dari lamanya penjajahan. Dengan bergaya arsitektur Eropa, benteng-benteng tersebut menjadi saksi bisu dan nyata proses panjang perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan dan wajib untuk dikunjungi.
Benteng Fort Veredeburg (1765), Benteng ini terletak di jalan Malioboro dan berseberangan dengan Gedung Agung Yogyakarta, berbentuk persegi dan dikelilingi parit bertujuan untuk mengawasi kepentingan Mataram dan melindungi kepentingan VOC yang dilengkapi dengan ruang pengintai dan kubu pertahanan di keempat sudut.
Benteng Fort Rotterdam (1545), Di bangun oleh raja Gowa bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung dengan tanah liat yang berbentuk persegi sebagai bahan dasar, bercorak arsitektur Portugis dengan gaya Eropa abad 16 dan 17. VOC membangun kembali sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan VOC di Indonesia bagian timur.
Benteng Fort Speelwijk (1685), Berada di Ds. Kasemen, Serang pada masa pemerintahan Sultan Banten Abu Nasr Abdul Qohhar, dimana terdapat ruang komandan, gereja, gudang senjata, kantor administrasi, toko-toko VOC dan kamar dagang, ruang pengintai di atas tembok utara dan lingkungan sungai Cibanten sebagai pos bea/cukai kapal.
Benteng Fort Marlborough, Benteng Fort Marlborough terletak di Bengkulu dan merupakan peninggalan Inggris. Benteng ini dibangun pada masa EIC ( East Indian Company ) pada tahun 1713-1719, atas perintah Gubernur Jendral Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng terkuat kedua di Asia, setelah Fort George di Madras, India.
Benteng Fort Vastenburg (1745), Sebelumnya bernama Grootmoedigheid, dibangun oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff sebagai benteng pertahanan VOC di wilayah Jawa Tengah di pusat Surakarta, dekat dengan Keraton Kasunanan agar dapat lebih mudah mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan Yogyakarta.
Benteng Fort de Kock (1825), Benteng ini dibangun di ketinggian kota Bukittinggi, sewaktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Di sekitar benteng terdapat meriam-meriam dari abad ke-19. Benteng ini dimaksudkan untuk mengatasi Perang Paderi.
Benteng Fort Victoria (1575), Benteng ini terdapat di Maluku dan didirikan oleh Portugis, diambil alih oleh Belanda pada tahun 1602. Kini banyak bangunan yang rusak, tetapi tembok yang menghadap ke teluk tetap terpelihara. Di benteng inilah dikerahkan tentara Belanda untuk memberantas pemberontakan di Saparua.
Image Slider

Back To Page